Di antara tembok yang sederhana,
ada cahaya kecil yang menyala,
bukan dari lampu atau jendela,
melainkan dari mimpi yang mulai tumbuh di dada.
Guru menaburkan kata demi kata,
seperti hujan yang jatuh lembut ke tanah.
Setiap huruf menjadi benih,
setiap kalimat menjadi arah.
Anak-anak duduk penuh harapan,
membawa masa depan dalam genggaman.
Meski langkah masih tertatih,
mereka berjalan dengan hati yang jernih.
Pendidikan adalah pelita,
yang tak mudah padam meski badai menerpa.
Ia hidup dalam setiap tawa,
dalam setiap kegagalan yang menjadi cerita.
Dan pada akhirnya,
di ruang kelas yang kecil itu,
masa depan diam-diam telah disiapkan.
Masa depan yang lahir dari ilmu,
dan dari cinta yang tak pernah berkurang.
Karya:

No comments:
Post a Comment